Computer | Microsoft Office | Gadget | Tips Android

Keunikan Ikan Mungkus Air Tawar

7 comments :
Ikan mungkus adalah jenis ikan air tawar yang hidup di pasir dan bebatuan. Ikan jenis ini sangat cocok hidup pada sungai yang jernih dan aliran air yang deras, serta banyak bebatuan juga pasir di dalam sungai tersebut. Ikan mungkus tidak bisa hidup dilumpur layaknya ikan lele. Untuk bertahan hidup ikan ini memakan lumut yang ada dibebatuan. Ikan mungkus atau ikan yang tergolong kedalam jenis Sicyopterus Stimpsoni ini hanya mampu hidup pada air yang masih bersih. Uniknya, ikan ini bisa menempel di bebatuan dengan adanya sejenis cupak di atas perutnya. Untuk daya tempel ikan ini sangatlah kuat, karena saking kuatnya kita sangat susah untuk mengambilnya saat ia menempel diatas batu. Selain itu ikan ini mampu merayap pada air yang paling deras sekalipun seperti air terjun. Dengan warna yang beranekaragam juga membuat ikan ini terlihat unik dan menarik. Dibawah ini adalah gambar hasil berburu ikan mungkus pada tahun 2014 lalu. Gimana? unik-unik kan teman? hehe


Dikampung saya tepatnya di Desa Baru Kec. Koto XI Tarusan ikan ini disebut dengan Lauk Mungkuih dan juga memiliki nama berdasarkan bentuknya. Nama-nama ikan mungkus ini adalah: Mungkuih Ramo-Ramo, Mungkuih Kasek, Mungkuih Aka dan Mungkuih Sirah Ikua. Mungkus yang paling populer saat itu adalah mungkus Ramo-Ramo dan Mungkus Aka. Dikatakan populer karena memiliki warna dan bentuk yang unik dibandingkan mungkus lainya. Selain itu mungkus Ramo-Ramo dan Mungkus Aka ini agak langka dan jarang ditemukan dengan tubuh berukuran kecil.

Konon katanya, ikan ini tidak bisa berkembang biak di sarang-nya dikarenakan ia hidup pada air deras yang mengakibatkan telornya hanyut hingga ke muara. Telor-telor ini pada akhirnya akan menetas dimuara. Setelah menjadi anak mungkus dan sudah bisa berenang dengan lincah maka ia akan berombongan naik ke hulu sungai dengan melawan arus yang begitu deras. Dahulunya saya sangat sering melihat ikan ini berenang menuju hulu sungai pada waktu menjelang senja. Tapi entah kenapa pada saat sekarang saya tidak pernah lagi melihat anak - anak ikan mungkus ini berenang menuju hulu sungai. Sangat disayangkan jika populasi ikan ini menjadi punah sehingga akan meninggalkan sebuah kenangan yang tidak akan pernah terulang lagi seperti dulu. Berikut adalah gambar saat berburu ikan mungkus disungai.


O y, kabarnya anak-anak ikan mungkus ini tidak lagi ada naik ke hulu sungai dikarenakan ada pihak yang tidak bertanggungjawab yang menggunakan cara tidak sehat untuk menangkap anak ikan ini. Mereka menangkapnya dengan membentangkan jaring-jaring disungai hingga tidak ada satupun anak ikan mungkus yang bisa lolos untuk berenang naik menuju hulu sungai. Anak-anak ikan yang ditangkap ini akan dikasih untuk makan bebek peliharaanya. Saya sangat tidak setuju sekali dengan cara tersebut. Karena demi meraih keuntungan pribadi membuat populasi ikan mungkus ini menjadi punah.

Begitulah teman-teman cerita tentang ikan mungkus yang dahulunya sangat banyak hidup disungai kampung saya hingga sekarang seiring berjalanya waktu ikan-ikan ini sudah mulai langka. Tentunya ini akan menjadi cerita indah nantinya di masa tua karena dahulu waktu kecil saya sangat sering sekali berburu ikan ini. Selain enak untuk dimakan ternyata berburu ikan ini juga sangat menyenangkan. Bagi teman-teman yang ingin mencoba berburu ikan ini silahakn datang saja kekampung saya. Hehe. Terima kasih telah membaca artikel ini semoga menambah pengetahuan.

7 comments :

  1. Replies
    1. Memang sedikit ada kemiripan tapi yg ini lebih unik dan menarik. Ikanya sangat bersih karna habitatnya di air yg deras dan makanannya lumut. Sehingga tidak disalahkan lagi, byk yg mkan skalian dgn "tahi" nya.

      Delete
  2. Aku kok geli ya liat ikannya? Hahaha...
    Wahh, berarti anak ikanitu berpisah dr ibunya dong? Kasihan, ya...
    Aku mau deh main ke kampungmu. Jemput aku di Jakarta, ya? Hahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa harus geli, ikan ini tidak nakal kq. Iya..dari kecil dia sdh berpisah dgn ibunya. Hingga yatim piatu dari kecil. Kasihan jg ya..
      O y, kpan kamu mau ke kmpungku? biar nanti aku jemput pake delman. Hehe

      Delete
    2. Kapan sampainya kalau pake delman? :(

      Delete
  3. Kalau dikampungku dipanggang keluk hehe

    ReplyDelete
  4. Mantap๐Ÿ‘..... Di kampungku sama dengan yg ini. He.. Heee... Heee ๐Ÿ™๐Ÿ˜„

    ReplyDelete